Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

3,5 atau 4 Tahun?



Masa studi untuk menempuh jenjang strata-1 (S1) pada umumnya adalah empat tahun. Meski begitu, mempercepat masa studi bukanlah hal yang tidak mungkin. Banyak mahasiswa yang menginginkan untuk lulus lebih cepat yakni dengan menempuh masa studi selama 3,5 tahun. Tentu saja hal ini dijalani dengan beberapa pertimbangan, dimana setiap orang memiliki alasan yang berbeda. Namun masih ada juga yang memilih lulus normal, yakni empat tahun masa studi. Mengapa? inilah beberapa pendapat  mahasiswa dan mahasiswi ITS tentang lulus 3,5 atau 4 tahun.
 
Pilih lulus kapan?
”Saya memilih untuk menyelesaikan studi perkuliahan 3,5 tahun agar lebih cepat untuk mencari pekerjaan. Selain itu, pengalaman dan link kerja juga bisa didapatkan telebih dahulu saat kita mulai bekerja dan mengenal orang-orang di dalamnya. Hal ini menjadi keuntungan tersendiri. Lantas untuk yang ingin melanjutkan S2 mereka bisa memulai dengan waktu yang lebih awal. Lulus 3,5 tahun adalah kebanggan tersendiri bagi sebagian orang karena bisa lulus lebih cepat dari target normal yang semestinya 4 tahun. Tapi sayangnya waktu bersama teman untuk mengenal lingkungan kampus lebih sedikit atau berkurang.”-Agung Setiawan, Teknik Industri ITS, angkatan 2012-

“Saya memilih untuk menyelesaikan studi perkuliahan 4 tahun karena hal itu sudah merupakan standar normal. Disisi lain, kualitas kemampuan seseorang tidak bisa diukur dari seberapa cepat kita lulus tetapi dari seberapa banyak ilmu yang terserap selama ada di bangku perkuliahan. Bukannya tidak setuju, namun tugas kita sebagai mahasiswa bukan hanya belajar dalam bidang akademik tetapi juga melaksanakan peran pokok kita yaitu sebagai iron stock, social control, dan agent of change. Jika lulus dengan waktu 3,5 tahun dan dirasa hal-hal tersebut bisa terpenuhi, ya tidak masalah. Apalagi dengan adanya isu kalau kuliah maksimal 5 tahun juga saya kurang setuju, karena terkesan memaksakan mahasiswa yang sebenarnya memiliki kemampuan yang berbeda-beda.”–Muthmainnah, PWK ITS. Angkatan 2009-

”Kalau saya lebih memilih 3,5 tahun karena saya ingin segera melanjutkan S2 ke eropa. Hal itu juga menjadi motivasi tersendiri agar kuliah maksimal dan nggak mengulang mata kuliah yang sama dengan nilai yang maksimal serta pemahaman yang memadai. Kelebihan dari lulus 3,5 itu cukup prestisius dan memiliki waktu lebih 1 semester untuk mempersiapkan exchange dan enterpreneur. Namun kelemahannya adalah kurang menikmati waktu kuliah, padahal banyak keistimewaan yang diperoleh saat masih mahasiswa seperti lomba, seminar dan lain-lain. Apalagi sekarang ada isu maksimum kuliah dengan jangka waktu 5 tahun saya juga setuju karena kita kuliah menggunakan anggaran negara. Semakin lama waktu kuliah anggaran negara yang dikeluarkan untuk membiayai kita juga akan semakin besar. Apabila kita lebih cepat untuk lulus kita juga akan lebih cepat mengabdi kepada negara. Selain itu, dengan adanya kebijakan yang menetapkan batas standar TOEFL yang yang harus dicapai mahasiswa merupakan hal yang tepat agar kapasitas kemampuan kita dinilai layak untuk go abroad, toh bahasa asing itu penting untuk belajar dan keperluan komunikasi.” –Nur Hasanah, Teknik Material dan Metalurgi ITS. Angkatan 2012-

Pada dasarnya lulus studi S1 dengan jangka waktu 3,5 atau 4 tahun adalah pilihan masing-masing yang tentunya mengandung kelebihan atau kekurangan. Hal terpenting yang harus diperhatikan adalah kita semua dapat lulus dengan pemahaman yang maksimal serta memiliki skill sesuai dengan bidang kuliah yang diambil. Sehingga nantinya dapat megabdi kepada negara serta bermanfaat bagi lingkungan sekitar. (nia)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar: