Antara Tradisi dan Birokrasi

Beberapa tahun terakhir, arak-arakan menjadi sorotan selama pelaksanaan wisuda. Hal ini dikarenakan kebiasaan menggunakan motor dalam jumlah yang sangat banyak ketika mengiringi wisudawan yang tidak sesuai dengan konsep Eco Campus ITS. Sebenarnya birokrasi mengizinkan arak-arakan selama tidak menimbulkan perselisihan antar mahasiswa” tutur Yudha Prakasa, Staff Dagri BEM Fakultas Teknologi Industri ITS. Pada dasarnya, pawai arak-arakan dengan kendaraan bermotor menjadi hal lumrah untuk dilakukan dan tidak dilarang oleh birokrasi. Setiap jurusan dipersilakan menggunakan berbagai jenis kendaran mulai dari kendaraan roda dua seperti sepeda dan motor, hingga kendaraan yang tidak umum seperti jip dan truk tentara. Hanya saja jumlahnya perlu dibatasi, terlebih pada penggunaan motor.

kereta kelincinya bukan wahana, tapi kendaraan arak-arakan wisuda

Wisudawan diarak menuju gedung JTMM

Wisudwan baru saja keluar gedung Graha ITS
Maba digaris depan arak-arakan, maba jalan sambil teriak yel-yel
 
Mereka yang dulu mengarak mas-mas mereka, kini mereka merasakan bagaimana rasanya diarak


Memang euforia wisuda akan lebih terasa dengan iringan kendaraan, tapi sisi negatif yang ditimbulkan juga tidak sedikit. Arak-arakan berpotensi menyebabkan kemacetan di jalan, menyimpang dari konsep Eco-Campus yang diusung oleh Institusi, dan knalpot brong yang selama ini sering dugunakan dalam arak-arakan juga menimbulkan polusi udara dan suara. Birokrasi pun akhirnya melarang tradisi ini dengan mengirimkan surat edaran ke sekretariat himpunan. Ketika ditanya mengenai surat edaran yang baru dikeluarkan H-1 menjelang wisuda, Ifad menjawab “Memang sudah keluar surat edaran mengenai larangan arak-arakan. Surat itu dikeluarkan oleh birokrasi karena pada sabtu kemarin (13/9), ada jurusan yang melanggar prosedur yang telah disepakati melalui forum antara pihak birokrasi dan seluruh hima di ITS. Dalam forum itu muncul peraturan bahwa boleh saja mengadakan arak-arakan dan menggunakan mass-transport lebih dari satu. Kalau ingin membawa mobil cuma boleh satu atau dua buah, sepeda motor hanya boleh mengggunakan empat dan tidak menggunakan knalpot brong”. Sebenarnya, beberapa hari sebelum wisuda, pihak panitia sudah memberikan arahan, namun dalam pelaksanaannya masih saja ada yang melanggar karena masih tidak begitu mengerti akan peraturannya. (bat)
Posting Komentar